Putri Jembatan Mas, salah satu kisah legenda daerah
Seorang putri yang ramah, baik hati, dan senang membantu rakyatnya, namun keserakahan dan kekikiran sang ayah membuatnya untuk mencuri dan membuang emas yang merupakan harta berharga bagi ayahnya, ia membuang emas tersebut di sebuah jembatan tua, yang mana air deras di bawahnya akan membawa hanyut emas-emas ini ke muara sungai yang menjadi sumber kehidupan rakyat-rakyatnya yang hidup dengan kesulitan, ia berharap agar emas ini bisa membantu mereka,. inilah kisah singkatnya, kawan.,., kisah daerah kelahiranku.,., Jembatan Mas.
Pergi
bukan berarti hilang, bila percaya maka ia akan kembali pulang dengan jalannya
sendiri. Seperti halnya cinta, jika saat ini ia pergi maka suatu hari nanti
akan kembali pulang dengan jalan yang berbeda dan jiwa yang berbeda pula.
Malam
itu hujan turun dengan lebatnya. Angin kencang disertai petir
menyambar-nyambar, menambah suasana malam itu menjadi semakin tidak bersahabat.
Ditambah dengan posisiku yang berada di depan gedung rumah sakit tak beratap
ini. Tiupan angin membawa butir-butir air hujan ke tubuhku. Mulutkupun
berkomat-kamit mengeluh. Tiba-tiba sebuah payung menaungi kepalaku.
“Dokter
Rendi!” Aku tersentak dengan kehadiran si pembawa payung itu.
“Mau
pulang bareng?” jawabnya memecah keterkejutanku.
“Oh…
Iya.”
Ia
mengantarkanku pulang ke asrama dokter bantuan. Dokter Rendi yang selama ini
aku anggap sebagai dokter pendiam, aneh dan tak suka bergaul ternyata sangat
baik hati.
“Mau
mampir sebentar?” tanyaku sambil membuka pagar asrama.
“Maaf,
saat ini aku tidak bisa, mungkin lain kali.” Jawabnya dengan lembut agar aku
tak sakit hati dengan penolakannya.
“Oke
enggak apa-apa. Makasih sudah mau mengantarkanku pulang, Dok!”
Ia
hanya menganggukkan kepalanya dan pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Memang terlihat sedikit aneh tapi aku senang bisa berbicara dengannya walau itu
hanya sebentar. Mungkin lain kali akubisa berbicara banyak bersamanya.
***
Pagi
ini aku bersama beberapa dokter bantuan lain dan dokter setempat akan melakukan
penyuluhan kesehatan dibeberapa daerah terpencil. Aku kaget melihat dokter
Rendi ada di mobil yang sama denganku. ‘Orang pendiam seperti dia akan
memberikan penyuluhan?’ tak pernah kubayangkan bagaimana kejadiannya.
Pemikiranku itu terjawab dengan seketika, dalam memberikan penyuluhan dokter Rendilah
yang terbaik melakukannya, semua orang mengerti dan memahami setiap
perkataannya, benar-benar hebat. Dokter yang kuanggap pendiam ternyata ahli
melakukan penyuluhan dibandingkan dengan dokter yang banyak bicara di rumah
sakit.
Setelah
pemberian penyuluhan selesai, tiba-tiba terdengar kabar bahwa telah terjadi
sebuah kecelakaan di sekitar tempat penyuluhan. Semua anggota penyuluhan pergi
kesana untuk memberi pertolongan namun berbeda dengan dokter Rendi. Ia duduk
dengan wajah ketakutan dan tangan terkepal yang bergetar.
“Ada apa Dok?” Tanyaku
mendekatinya. Tiba-tiba ia memegang tanganku
“Pasti
tidak apa-apa kan?”
pertanyaannya membuatku bingung.
“Iya,
tidak akan apa-apa.” Jawabku walau aku tidak tau apa yang dibicarakannya.
Setelah
aku bicara seperti itu tiba-tiba dokter Rendi jatuh pingsan. Ada apa sebenarnya. ‘Mengapa dokter Rendi
bisa ketakutan dan pingsan seperti itu?’.
***
Suasana
rumah sakit pagi ini menjadi sedikit heboh mengenai kejadian di tempat
penyuluhan kemarin. karena semua dokter bantuan menjadikan dokter Rendi sebagai
topik utamanya. Aku yang penasaran pun akhirnya memberanikan diri untuk
bertanya pada dokter Rendi. Namun, ia tidak menggubrisku. Karena tidak
mendapatkan jawabannya,aku bertanya pada dokter Lidya yang katanya pernah dekat
dengannya.
Pada
awalnya dokter Lidya tidak mau menceritakan kejadian yang sebenarnya. Karena
aku terus memaksanya dia pun menceritakan semua hal tentang dokter Rendi.
Termasuk mengapa ia ketakutan dan jatuh pingsan saat itu. Kata dokter Lidya hal
ini tidak terjadi sekali itu saja. Namun, telah terjadi beberapa kali. Keadaan
trauma terhadap kecelakaan yang pernah ia alami bersama seorang wanita yang
kemudian meninggal saat itu juga adalah tunangannya. Mendengar hal ini, aku
baru mengerti mengapa ia bersikap seperti orang yang penyendiri dan pendiam.
Mengetahui
keadaan dokter Rendi yang seperti itu, aku ingin membuatnya bisa seperti dulu.
Seorang dokter yang ceria dan baik hati pada siapa saja, sama persis seperti
yang dikatakan dokter Lidya barusan padaku.
Otakku
terus mencari cara bagaimana agar dokter Rendi bisa menghadapi traumanya.
Mungkin dengan sering menyebutkan kata-kata kecelakaan dia akan sedikit kebal
dan tidak pingsan lagi. Ternyata dugaanku salah besar, setiap aku katakan
“kecelakaan” maka dia akan pingsan. Sampai-sampai bertemu denganku pun dia
tidak mau.
Dengan berbagai cara aku mencoba membuatnya
sedikit ceria dan tersenyum, mulai dari memberikan buku-buku lelucon,
mengagetkannya dengan beberapa penampilan yang menurutku lucu, dan selalu bercerita
hal-hal yang menyenangkan padanya. Tapi, semua yang kulakukan tidak membuatnya
ceria, sedikit saja dia tidak tersenyum. Rasanya sudah menemui jalan buntu.
Malam
ini hujan kembali turun dengan derasnya, aku teringat pertama kali aku bisa
berbicara dengan dokter Rendi. Aku berharap bisa seperti malam hujan yang lalu.
Tiba-tiba dokter Rendi ada di sampingku sedang membuka payung yang ia bawa.
Namun, ia pergi tanpa memperdulikanku. Dengan nekat aku berlari mendekatinya.
Hal hasil dia berbagi payung denganku.
“Ada apa? Mengapa nekat
menyusulku?”
“Tidak
ada apa-apa. Semua ini kulakukan karena aku suka dokter!”
“Su…suka?”
tanyanya dengan kaget mendengarku berkata seperti itu.
“Iya.
Aku suka berada di bawah payung yang sama, aku juga suka saat dokter menjauhiku,
dan aku juga suka saat dokter tidak tersenyum padaku. Rasanya seperti sebuah
tantangan.” Jawabku memancingnya untuk berbicara
“Mengapa
suka padaku? Padahal aku menjauhimu, karena aku tidak begitu suka padamu.”
Jawabnya dengan sedikit tersendat-sendat
“Dokter
menjauhiku bukan karena tidak suka padaku, tapi karena takut akan suka padaku,
iya kan?”
jawabku menantangnya.
Mendengar
perkataanku ia menjadi diam. Dan selama diperjalanan sampai ke depan pagar
asramaku ia tidak berkata-kata lagi.
“Dok!”
suaraku menghentikan langkahnya yang pergi menjauhi asrama
“Apa?”
jawabnya menoleh. Akupun mendekatinya
“Besok
adalah hari terakhirku bekerja menjadi dokter bantuan di sini, tapi masih ada
satu hal yang belum aku kerjakan. Selama ini, setiap hal yang aku kerjakan membuat
dokter merasa terganggu. Mungkin kali ini juga sama, tapi maukah dokter
melakukannya untukku?”
“Melakukan
apa?” tanyanya
“Bisakah
dokter mengantar kepergianku di rumah sakit dengan keadaan sedikit ceria dan
tersenyum?” pintaku padanya
“Besok
aku libur, jadi tidak bisa kulakukan.” Jawabnya dengan dingin dan berpaling,
melangkah pergi meninggalkanku di depan pagar asrama dengan gerimis sedikit
deras.
***
Pagi
ini semua dokter bantuan membereskan barang-barangnya di rumah sakit. Begitu
juga denganku. Saat membawa barang-barang ke parkiran, beberapa dokter yang
telah akrab mengantar kepergianku termasuk dokter Lidya. Saat mengikat barang
di motor, semua suara “Selamat jalan, hati-hati” menjadi sunyi. Perkataan yang
kudengar hanya
“Rani,
aku akan melakukannya untukmu!”
Ternyata
suara dokter Rendi yang begitu membuatku terkejut begitu juga dengan
dokter-dokter di sana.
Setelah berkata seperti itu, ia tersenyum padaku dengan mengucapkan salam
perpisahan. Aku pun berlari mendekatinya. Berjabat tangan dan memintanya
melakukan satu hal lagi untukku hari ini.
“Dok,
boleh minta bantuan sekali lagi?”
“Apa?”
jawabnya dengan tersenyum
“Bisakah
dokter mengantarkanku ke asrama?” pintaku padanya
“Dengan
naik motor?” tanyanya
“Iya.”
Jawabku.
Dokter
Rendi terdiam dan senyuman di wajahnyapun menghilang. Lagi-lagi ia pergi tanpa
memperdulikanku. ‘Apa dia masih trauma dengan kecelakaan itu? Makanya selama
ini ia tidak mau naik kendaraan. Entahlah, yang pasti saat ini aku harus segera
pergi ke asrama mengambil barang-barang lainnya.’
Saat
diperjalanan entah apa yang aku pikirkan. Sampai-sampai aku kurang konsentrasi
mengendarai motorku. Karena itu, kecelakaan pun terjadi. Aku menghindari orang
yang menyebrang tapi tak bisa mengelak lagi dari pohon di tepi jalan itu.
sadar-sadar aku sudah berada di asrama.
“Ternyata
dokter juga bisa sakit!”
“Dokter
Rendi!” terkejut aku melihatnya masuk ke kamarku dengan segelas air putih di
tangannya.
“Ini,
obatnya diminum dulu, baru bicara.”
“Kok
bisa?” kataku setelah meminum habis obat yang diberikannya
“Tadi,
orang yang hampir kamu tabrak menelpon ke nomorku.” Jawabnya
“Jadi,
dokter yang membawaku ke asrama?” tanyaku penasaran
“Bukan
aku, tapi ambulance rumah sakit.”
“Lalu
motorku bagaimana?”
“Tentu
saja aku yang membawanya.”
“Maafkan
aku Dok. Sudah membuatmu susah.”
“Memang
sangat membuat orang susah. Tapi aku harus mengatakannya juga. Terima kasih
untuk semua yang kamu lakukan untukku selama ini.” Jawabnya membuat perasaanku
menjadi berdebar.
“Jadi,
dokter suka dengan yang kulakukan selama ini?” tanyaku ingin tahu.
“Tentu.
Jika sudah merasa baikan. Segera bawa barang-barangmu ke depan. Aku akan
mengantarmu pulang sampai ke rumahmu.”
“Dengan
mengendarai motorku?”
“Tidak
bisa, karena motormu sedang dibengkel.”
“Jadi,
kita naik apa? Apa harus jalan kaki?”
“Ha…ha…ha…
kenapa harus jalan kaki! Lalu bagaimana dengan mobilku di depan?” jawabnya
Semenjak
itu, aku seperti melihat dirinya telah kembali, walau aku tidak tahu dulunya
dia orang seperti apa. Yang jelas, ceria dan selalu tersenyum lebih baik dari
dirinya yang aku kenal kemarin.
Habiskan badan dalam dunia yang tak sepadan
slalu mengerang tuk mencari jalan terang
maka, berlarilah !
temui taman arwah, bunga aster.
yang sadarkan kau,
kelopaknya akan bawa tiap tetes air yang banjiri telaga sukmamu.
kemudian cabutilah kelopaknya,
dan biarkan ia pergi bersama angin, bawa bebanmu dari dunia ini.
Andromeda
Terlihat beriba dirimu,
bersiam dengan batu pantai, tak berdaun dan berduri
menanti Gorgon mematahkan tubuh satumu
Tergerak kaki penuh paku ini,
berlari menadahkan tangan tak sempurna
pada Parseus yang memiliki segalanya.
"Parseus, berikan aku beberapa daun dan duri-Mu
agar aku bisa membawa Mawar Andromeda sempurna untuk Mu"
ketika kau pergi lelah karenaku
aku harus merelakanmu dalam diam
dari gunung yakin ku kumpulkan segenggam bunga azalea
dan kutebar di jalanmu
selangkah demi selangkah,
bunga-bunga itu kau injak perlahan,
seiring langkah kepergianmu.
ketika kau pergi lelah karenaku,
meski harus mati, takkan ku biarkan
setetes pun air mataku jatuh.
by : Zu Kai Rein
Mendalo, 22 Maret 2012
Dunia Krisan Untukmu
Jika, kau lelah dan terluka
dalam dunia mawar yang diberi olehnya.
Datanglah padaku!
akan ku beri kau dunia krisan.
Dunia yang tak pernah mati
melayanimu sebagai tamunya.
Dunia yang tak pernah membuat
telagamu mengering. Dunia yang tak biarkan
nuranimu menangis.
Datanglah padaku!
agar aku menjagamu dalam dunia krisan ini.
karena krisan hanya untukmu.
by : zu kai rein
mendalo, 23 maret 2012
Melati, Peniduran Abadi
ku lihat melati di pagi itu,
tampak lelah jiwa dan tubuhnya,
mengerang tertahan rindu yang selalu
berperang di jalan papan tak bercahanya.
saksi nisan, tak bergerak lagi
ia merelakanmu dalam diam,
membawa melati kepeniduran abadi.
by : zu kai rein
mendalo, 23 maret 2012
untuk sahabatku yang telah kembali pada-Nya
Film ini menceritakan tentang seorang jaksa wanita termuda berusia 23 tahun bernama Maharani yang sangat mencintai profesinya sebagai pemecah kasus professional, diawal karirnya pada usia yang begitu muda, Rani menemui tantangan yang sangat berat dari pimpinan jaksa di Kantor kejaksaan jambi tempat ia bekerja, yaitu Rani di tugaskan untuk mencari bukti tindak KKN dan pelaku pembunuhan seorang bendahara sekolah yang terjadi di SMA Nusa Wijaya.
Walaupun Rani berat untuk menjalani tugas ini karena resiko yang akan di temui sangatlah tinggi, tetapi Rani membulatkan niatnya untuk menjalani tugas yang sudah dibebankan kepadanya, dengan kebimbangan hati, Rani mulai menjalankan tugasnya, menginvestigasi dan menelisik lebih dalam keberadaan pelaku pembunuhandan tindak KKN tersebut.
Selama 13 hari Rani masuk ke sekolah itu sebagai seorang siswa pindahan, begitu juga dengan asistennya fitria, dan seorang polisi pria yang menyamar sebagai guru di SMA tersebut. Semua ini dilakukan Rani hanya untuk mencari bukti-bukti dari para pelaku pembunuhan serta tindak KKN. tidak hanya tindak KKN yang terjadi di sekolah itu, banyak tindakan kejahatan lain seperti tindak asusila seorang guru pada siswanya, pengedaran dan pemakaiannarkoba, tindak kekerasan, perlakuan istimewa terhadap siswa khusus.
Banyaknya kasus kejahatan yang terjadi membuat rani sangat repot dan lelah,namun dengan bantuan dari teman-temannya di sekolah itu rani bisa berbagi tugasnya sebagai seorang siswa yang berusaha membela kebenaran di sekolahnya. Dengan banyak keberhasilan dalam memecah kasus-kasus kejahatan itu, akhirnya Rani menemukan beberapa bukti-bukti yang cukup kuat untuk membocorkan setiap kejahatan pelaku pembunuhan dan KKN . Perlahan Rani,fitria dan ridho (polisi) memasuki ruang guru, TU dan ruang kepala sekolah mereka memasang beberapa kamera mini di setiap ruangan tersebut namun tanpa sengaja kamera mini yang diletakkan di pot bunga ruangan kepala sekolah terlihat oleh salah satu pelaku pembunuhan yang sedang mengantarkan sesuatu ke ruangan itu, menyadari adanya mata-mata di sekolah, seorang pelaku memberi tahu pelaku yang lain untuk berhati-hati dan mulai mencari identitas mata-mata ini.
Dengan beberapa kasus kejahatan yang dipecahkan oleh Rani. Para pelaku pembunuhan itu mulai memburu rani dan melakukan rencana pembunuhan terhadapnya. Rani yang dikejar-kejar oleh beberapa pembunuh bayaran berhasil lolos dengan bantuan dari ridho. Dalam pelariannya Rani berusaha untuk menjaga data fakta yg telah didapatnnya, setelah proses melrikan diri yang sangat panjang, akhirnya Rani berhasil melaporkan setiap tindak kejahatan para pelaku itu. dan dengan penuh semangat rani membuat surat penangkapan dan dengan berakhir kasus ini maka berakhirlah identitasnya sebagai seorang siswa pindahan.
Para Pelaku dan Pekerjaannya :
MAHARANI:jaksa
RHIDO ANGGARA:polisi
ARDAN:ditektif
DONY:asisten jaksa Rani 1
FITRIA:asisten jaksa Rani 2
PAK ANDI:kepala jaksa kota jambi
JESSIKA:Pelajar
BAGAS:pelajar
PAK TOYIB:kepala sekolah lama
PAK COKRO:kepala sekolah baru
IBU HILDA:guru b.Ing dan bendahara sekolah baru
IBU MARYAM:guru b.indo dan bendahara lama
PAK TEGUH:guru matematika
PAK JONI:guru BK
Analisis Karakter Tokoh Utama :
1.Nama : Maharani (Rani)
2.Jenis kelamin :Perempuan
3.Umur :23 tahun
4.Ciri – ciri :berwajah anak-anak dengan alis yang agak tipis bemata sipit dan berambut panjang lurus, mempunyai badan yang langsing dan cukup tinggi.
5.Pendidikan :menjalani pendidikan dari sekolah dasar smpai SMA dengan hasil yang sangat baik, yaitu selalu mendapatkan rangking 1 di kelasnya, dan berhasil mencapai S1 di M.I.T USA jurusan jaksa pada usia 23 tahun.
6.Status perkawinan :belum ingin menikah hingga menjadi jaksa senior.
7.Pekerjaan : Jaksa bagian kasus pembunuhan
8.Hubungan karakter dengan atasannya, dan teman – teman kantornya :mempunyai hubungan yang baik dengan atasan maupun teman kantornya.
9.Apa pendapat karakter dengan pekerjaannya :ia sangat mendambakan dirinya menjadi seorang jaksa hebat sejak duduk di SMA, jadi ia sangat sangat mencintai dan bangga terhadap profesinya sekarang, ia mempunyai prinsip di dalam dirinya, yaitu tidak akan menyerah sebelum kasus terselesaikan.
10.Simpulkan kpribadian karakter ini :mempunyai disiplin dalam kpribadiannya, mesti sedikit aga manja, ia selalu konsisten
13.Siapaatau apa yang akan menghalanginya mendapatkan hal ini? Mengapa? Diasaat ia berhasil menemui bukti nyata kasus pembunuhan,identitasnya sebagai jaksa diketahui oleh salah seorang pelaku pembunuhan, karena itu para pelaku pembunuhan tidak ingin di ketahui kejahatannya, mereka menyewa pembunuh bayaran untuk mengejar Rani dan menagkapnya.
14.Apa kekuatan karakter ini yang akan membuatnya mendapatkan tujuannya ?apa kelemahannya? Ia sangat komitmen dengan pekerjaanya, dan sangat mencintai profesinya sebagi jaksa hingga ia merasa mampu untuk menjalani tugasnya. Meski sangat yakin Rani mampu menyelesaikan tugasnya, tapi ia mempunyai sedikit ketakutan akan resiko yang akan di hadapi nanti.
Analisis Karakter Pembantu :
1.Nama : Ridho Anggara
2.Jenis kelamin : Laki-laki
3.Umur : 28 Tahun
4.Ciri – ciri :berwajah oriental dengan alis yang tebal bemata besar dan berambut agak ikal, mempunyai badan yang tegap dan tinggi.
5.Pendidikan :menjalani pendidikan dari sekolah dasar smpai SMA dengan hasil yang agak baik, yaitu mendapatkan rangking 5 besar di kelasnya, dan berhasil mencapai pendidikannya sebagai polisi pada usia 24 tahun.
6.Status perkawinan :belum ingin menikah hingga menemukan wanita yang bekerja di satu bidang yang sama yaitu hokum.
7.Pekerjaan : polisi
8.Hubungan karakter dengan atasannya, dan teman – teman kantornya :mempunyai hubungan yang baik dengan atasan maupun teman kantornya.
9.Apa pendapat karakter dengan pekerjaannya :ia sangat mendambakan dirinya menjadi seorang polisi hebat sejak duduk di TK, jadi ia sangat sangat bangga terhadap profesinya sekarang, ia mempunyai prinsip di dalam dirinya, yaitu tidak akan membiarkan kejahatan terjadi pada siapapun terlebih pada orang yang ia sayangi.
10.Simpulkan kpribadian karakter ini :mempunyai disiplin dalam kpribadiannya, mesti sedikit pendiam, ia selalu konsisten dan fokus terhadap tujuannya.
11.Apa tujuan atau keinginan karakter ini :ingin membantu rani mengungapkan pelaku pemubunuhan dan melindungi rani.
12.Mengapa ia ingin mendapatkan hal ini :karena ia di tugaskan untuk membantu rani menyelesaikan kasus ini.
13.Siapaatau apa yang akan menghalanginya mendapatkan hal ini? Mengapa? Orang-orang bayaran yang dikirim oleh para pelaku pembunuhan untuk menghabisi rani dan rani adalah wanita yang ia cintai, karena itu rhido melindungi rani mati-matian.
14.Apa kekuatan karakter ini yang akan membuatnya mendapatkan tujuannya ?apa kelemahannya? Ia sangat tangkas dan cekatan dalam melakukan apapun, seerta sangat mencintai profesinya sebagi polisi hingga ia merasa mampu untuk menjalani tugasnya. Walaupun ia yakin bisa menyelesaikan tugas ini, ia juga sangat mengkhawatirkan rani yang selalu di bayang-banyangi kematian.
Skenario
“13 HARI”
(Mengungkap Kegelapan)
Ide Cerita : Zuhriyah Alpiani
Skenario : Zuhriyah Alpiani
Produksi : In House Mendalo
------------------------------------
INTRO
A. INT. FLASHES, KABIN PESAWAT TERBANG – SIANG – H1
CAST : RANI, FIGURAN
CERITA KITA MULAI SEORANG WANITA (RANI) SEDANG DUDUK DI KURSI VIP SEBELAH KANAN BAGIAN DEPAN. IA DUDUK DENGAN ANGGUN MENGENAKAN KACA MATA HITAM SEDANG MEMBACA KORAN. DI DEPAN KORAN ITULAH MUNCUL JUDUL :13 HARI DENGAN MENEBALKAN TULISAN DISETIAP JUDUL PADA KORAN SEPERTI,13 HARI BURUH MOGOK KERJA, POLISI MENANGKAP PELAKU KORUPSI DALAM WAKTU 13 HARI DAN LAIN-LAIN. KATA 13 HARI TIMBUL BEBERAPA KALI MENEBAL DAN MEMBESAR KE FRAME LAYAR TV.
B. EXT. BANDAR UDARA SULTAN TAHA – SIANG – H1
CAST : RANI, RHIDO,FIGURAN
ESTABLSIHING SHOT
DI ANGKASA, SEBUAH PESAWAT TERBANG KOMERSIAL MENUKIK MENUJU LANDASAN. SETELAH MENDARAT PINTU PESAWAT TERBUKA, SEORANG WANITA BERKACA MATA HITAM TURUN DENGAN TAS COKLAT DI PUNGGUNGNYA.RANI BERJALAN MASUK KE LOKET BANDARA HENDAK MENGAMBIL KOPERNYA. SETELAH MENGAMBIL KOPER IA BERJALAN KE LUAR BANDARA.
CUT TO
SEORANG PENCURI BERLARI KARENA DIKEJAR OLEH 2 ORANG POLISI. PENCURI ITU BERLARI LURUS MENGARAH KE RANI.TANPA DISADARI OLEH RANI PENCURI ITU MENABRAK KOPERNYA DAN TERJATUH DEKAT RANI BERDIRI. KEHABISAN CARA UNTUK LARI PENCURI ITU MENGELUARKAN PISAU BELATINYA DAN MENYANDRA RANI YANG BERDIRI DIDEKATNYA. MELIHAT HAL ITU POLISI TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA.
SEMUA ORANG YANG ADA DI SEKITAR PENCURI ITU MENJAUH. PENCURI MENGISYARATKAN AGAR KEDUA POLISI MENJATUHKAN SENJATA MEREKA. PISTOL YANG JATUH KELANTAI MENIMBULKAN BUNYI DENTINGAN YANG BERULANG KALI. DISELA-SELA BUNYI DENTINGAN DUA PISTOL YANG BERADU KELANTAI, DENGAN CEKATAN RANI MEMEGANG TANGAN PENCURI SEKUAT MUNGKIN DAN KEMUDIAN MENJATUHKAN PENCURI ITU KELANTAI DENGAN KEADAAN TANGAN YANG TERPELINTIR. POLISI CEPAT MERINGKUS PENCURI ITU DAN MEMBORGOL KEDUA TANGANNYA KE BELAKANG.
CUT TO
RANI MENGAMBIL TASNYA YANG TERJATUH DAN PERGI DENGAN TIDAK MENGHIRAUKAN KACA MATANYA. FREEZING SHOT DALAM FORMAT PHOTO TERTULIS “MAHARANI 23TH JAKSA”. BERLANJUT FREEZING SHOT PADA SEORANG POLISI YANG BERTUBUH TINGGI, TERTULIS “RHIDO ANGGARA 28TH POLISI”.
CUT TO
TERLIHAT RANI MEMBERHENTIKAN TAXI DAN KEMUDIAN MASUK KE DALAM TAXI ITU. DARI KACA BELAKANG TAXI TERLIHAT NAMA-NAMA PEMERAN PEMBANTU LAINNYA.
CUT TO
C. EXT/INT. JALAN RAYA / DALAM TAXI – SIANG – H1
CAST : RANI, FIGURAN
MOBIL TAXI MELUNCUR DI JALAN RAYA. SEPANJANG JALAN RAYA YANG DI LEWATI TERTULIS NAMA-NAMA CREW. KAMERA SHOT RANI YANG SEDANG MEMBUKA JENDELA TAXI UNTUK MENDAPATKAN SEDIKIT ANGIN SEGAR.
D. EXT.SMA 1 NUSA WIJAYA – SIANG – H1
CAST : JESSIKA, BAGAS, BU MARYAM, PAK TOYIB
TAXI MELEWATI SEBUAH SMA YANG GERBANGNYA BARU DIBUKA. INI ADALAH SMA 1 NUSA WIJAYA. MENDENGAR SUARA BEL SELURUH SISWA DAN GURU KELUAR DARI KELASNYA MASING-MASING. TERLIHAT JESSIKA DAN BAGAS YANG SEDANG ASIK BERCANDA MENUJU PARKIRAN SEKOLAH.
SETELAH JESSIKA DAN BAGAS PERGI DENGAN MOTORNYA KELUAR SEKOLAH. KAMERA SHOT IBU MARYAM YANG TERGESA-GESA BERJALAN KE KANTOR KEPALA SEKOLAH YAITU PAK TOYIB. DI KANTOR IBU MARYAM MENANGIS DAN MEMBERIKAN BEBERAPA KERTAS DATA DANA SEKOLAH. KEMUDIAN IA KELUAR. PAK TOYIB HANYA DIAM MELIHAT KERTAS-KERTAS ITU.
TAK BERAPA LAMA PAK TOYIB MENGIRIM PESAN SINGKAT PADA BU MARYAM UNTUK DATANG KE SEKOLAH PADA SORE HARINYAMEMBICARAKAN MASALAH DATA DANA YANG IA BERIKAN TADI.
CUT TO
E. EXT. RUMAH RANI – SIANG – H1
CAST : RANI, FIGURAN
ESTABLISHING SHOT
TAXI BERHENTI TEPAT DI DEPAN PAGAR RUMAH SEWAAN RANI. TERLIHAT SUPIR TAXI KELUAR DISUSUL OLEH RANI YANG JUGA KELUAR DARI KURSI BELAKANG. SUPIR TAXI MENGELUARKAN BARANG-BARANG RANI DAN RANI PUN MEMBERI UANG.KAMERA MEDIUM CLOSE UP PADA RANI YANG MENGANGKAT TASNYA DAN BERJALAN MASUK KE RUMAH.
CUT TO
F. INT. KAMAR RANI – SIANG – H1
CAST : RANI
RANI MELETAKKAN KOPER DAN TASNYA DI DEPAN ALMARI, SEDANGKAN I-POD DAN HANDPHONENYA IA LETAKKAN DI ATAS MEJA RIAS.IA MEMBUKA JEKET COKLAT YANG IA KENAKAN DAN MELETAKKANNYA DI ATAS TEMPAT TIDUR KEMUDIAN IA PUN IKUT MENJATUHKAN TUBUHNYA KE ATAS TEMPAT TIDUR ITU. IA MEMEJAMKAN MATA DENGAN PERLAHAN. FREEZING SHOT
COMMERCIAL BREAK 1
01. EXT. LAPANGAN PARKIR KENDARAAN SEKOLAH – SORE – H1
CAST : PAK TOYIB, FIGURAN
TAMPAK DALAM SEBUAH MOBIL ADA ORANG YANG MENGAWASI IBU MARIAM YANG MASUK KE SEKOLAH SORE INI. DAN TAK LAMA TERLIHAT PAK TOYIB MENGENDARAI SEPEDA MOTORNYA MEMASUKI PAGAR SEKOLAH.
SAAT PAK TOYIB PARKIR DI ANTARA KENDARAAN SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKULIKULER,TERLIHAT SEORANG KURIR MAKANAN MENDEKATINYA.
01.KURIR MAKANAN
Permisi pak! Apa bapak kenal dengan guru di sini yang bernama ibu maryam?
PAK TOYIB TURUN DARI KENDARAANNYA DAN MELETAKKAN HELMNYA
02.PAK TOYIB
Iya, saya kenal. Memangnya ada apa?
03.KURIR MAKANAN
Saya hanya mengantar makanan yang di pesan ibu maryam.
04.PAK TOYIB
Oh.. kalau begitu biar saya saja yang antarkan,sekalian saya ingin menemuinya.
05.KURIR MAKANAN
Terimakasih atas bantuannya, kalau begitu bisakah bapak tanda tangan di sini (MENYODORKAN BUKU BUKTI TERIMA PENGIRIMAN)
06.PAK TOYIB
Iya.(MENANDATANGANI BUKU ITU)
07.kurir makanan
Terima kasih, Pak!. Kalau begitu saya permisi.
08.PAK TOYIB
Iya,silahkan.
PAK TOYIB MELANGKAH MENUJU RUANGAN BU MARYAM.
CUT TO
02. INT. RUANGAN BU MARYAM – SORE – H1
CAST : PAK TOYIB, BU MARYAM
DIBUKA DARI LUAR. PAK TOYIB MUNCUL. TAPI, BEGITU MELIHAT BU MARYAM SEDANG BERBICARA DI TELEPON, SAAT MELIHAT PAK TOYIB SUDAH MASUK KE DALAM KANTORNYA BU MARYAM LANGSUNG MEMUTUSKAN TELEPONNYA.
09.BU MARYAM
Maaf, pak! sudah lama menunggu?
10.PAK TOYIB
Tidak, saya baru saja sampai. Kelihatanya ibu sangat sibuk.
11.BU MARYAM
Ah, tidak! Tadi itu telepon dari anak saya. Mari pak! Silahkan duduk.
12.PAK TOYIB
Iya. Terimakasih. (MELETAKKAN MAKANAN DARI KURIR TADI DI ATAS MEJA BU MARYAM)
13.BU MARYAM
Apa ini pak!
14.PAK TOYIB
(HERAN) loh! Bukannya makanan ini Ibu yang pesan?
bu maryam menggeleng
15.bu maryam
(TERKEJUT) saya tidak pernah memesan makanan.
16.Pak toyib
Lalu, siapa orang yang memesan makanan ini?
17.Bu MARYAM
Entahlah, Pak! Kita biarkan saja. Sekarang yang paling penting adalah bukti serta data-data adanya kecurangan penggelapan dana di sekolah kita selama ini.
18.PAK TOYIB
Bukankah kata Ibu kemarin, tidak ada yang bermain curang dengan dana sekolah?
19.BU MARYAM
Maaf, Pak! Kemarin saya terpaksa berbohong. Karena ada beberapa orang yang menekan saya.
20.PAK TOYIB
Maksud Ibu, ibu diancam agar tidak membocorkan bukti-bukti itu?
BU MARYAM MENGANGGUK. LALU BERDIRI DARI TEMPAT DUDUKNYA BERJALAN PELAN MENUJU KE JENDELA KANTORNYA.DAN MEMANDANG BEBERAPA SISWA DI LAPANGAN.
INSERT : AGAK JAUH DARI JENDELA KANTOR BU MARYAM,TERLIHAT PARA SISWA SEDANG MELAKUKAN AKTIVITAS EKSTRAKULIKULERNYA DI LAPANGAN.TERMASUK BAGAS YANG MENGIKUTI KLUB BASKET DAN JESSIKA YANG MENGIKUTI KLUB CHEERSLIDERS DI SEKOLAH.
21.bu maryam
Iya, Pak!. Maafkan saya,(BERJALAN MENDEKATI MEJA KERJANYA, DAN MEMBUKA LACI UNTUK MENNGAMBIL BEBERAPA KERTAS).
22.PAK TOYIB
Apa ini, Bu?
23.BU MARYAM
Ini, hanya sedikit bukti penyelewengan dana itu, Pak. Mungkin malam ini saya akan sedikit lembur untuk mengumpulkan semua data-data itu. Besok saya akan menyerahkan semuanya pada Bapak.
24.PAK TOYIB
Baiklah. Besok saya akan laporkan semuanya ke polisi. Terimakasih banyak bu.
25.BU MARYAM
Iya, Pak!. Saya harap kerja saya ini tidak sia-sia nantinya.
26.PAK TOYIB
Hari ini, kelihatannya saya tidak bisa menemani ibu lembur. Karena saya harus pergi ke kebandung menjemput anak saya.
27.BU MARYAM
Tapi besok bapak ada di sini kan?
28.PAK TOYIB
Iya, besok saya akan mengurus ini semuanya. Mohon ibu lebih berhati-hati dan merahasiakan ini dari orang lain.
29.BU MARYAM
Baik pak.
CUT TO
03. INT. KANTOR BU MARYAM – MALAM – H1
CAST : BU MARYAM
BU MARYAM TERLIHAT SANGAT SIBUK DENGAN MEMBOLAK-BALIKKAN KERTAS DI TANGANNYA DAN MENCATAT SEGALA HAL YANG DIANGGAPNYA PENTING. KARENA KESIBUKANNYA ITU BU MARYAM TIDAK SEMPAT UNTUK MENGEJAR MAKAN MALAM DI RUMAH. MELIHAT MAKANAN YANG TERBUNGKUS DI ATAS MEJANYA, BU MARYAM TIDAK BERFIKIR LAGI SIAPA YANG MEMESAN MAKANAN ITU. BU MARYAM LANGSUNG MEMAKANNYA, AGAR IA BISA SEGERA MENYELESAIKAN PEKERJAANNYA ITU.
TIDAK BEBERAPA LAMA BU MARYAM MERASA AGAK SEDIKIT PUSING, IA MEMEGANG KEPALANYA DAN TANGAN YANG SATUNYA MENCOBA MERAIH SEGELAS AIR PUTIH NAMUN BELUM SEMPAT IA MERAIHNYA, BU MARYAM TERJATUH DARI KURSI KERJANYA ITU. IA TERBARING LEMAH DI LANTAI DAN SEKETIKA BADANNYA KEJANG-KEJANG KEMUDIAN DARI MULUTNYA MENGELUARKAN BUSA.
CUT TO
04. INT. KAMAR RANI – PAGI – H2
CAST : RANI
BUNYI DERING HANDPHONE MEMBANGUNKAN RANI DARI TIDURNYA. IA MASUK KE KAMAR MANDI.
CUT TO
RANI TERLIHAT TELAH BERPAKAIAN RAPIH DENGAN ROK PENDEK HITAM DAN BAJU KEMEJA PUTIH DENGAN JAS HITAM YANG ELEGAN. TAK LUPA SEPATU HIGHTHILLS 10”. HANDPHONE BERDERING LAGI, ADA PANGGILAN MASUK.RANI BERGEGAS MENGANGKAT HPNYA.SAMBIL BERJALAN MENGARAH JENDELA KAMAR. MELIHAT KELUAR.
30.rani
Ya…Pak! Iya, saya akan segera ke sana. Iya, Pak! Semua berkas penugasan saya ke sana sudah saya siapkan.
rani menutup hpnya. lalu mengambil tasnya dan bergegas berangkat ke kantor barunya yaitu kantor kejaksaan kota jambi.
CUT TO
05. EXT. JALAN RAYA – PAGI – H2
CAST: RANI, RHIDO, FIGURAN
RANI MENYETIR MOBILNYA DENGAN KECEPATAN TINGGI, MENUJU KANTOR KEJAKSAAN KOTA JAMBI. SAAT RANI SEDANG MENIKMATI LAGU DI I-PODNYA TIBA-TIBA DARI ARAH BELAKANG TERDENGAR SUARA SIRINE POLISI YANG CUKUP NYARING DI TELINGA RANI. TERLIHAT DARI KACA SEPION RANI, MOBIL POLISI ITU MENGEJAR SEORANG PRIA YANG MENGENDARAI MOTOR TEPAT DI BELAKANG MOBIL RANI.
SAAT PRIA BERMOTOR ITU MELAJU KENCANG INGIN MENDAHULUI MOBIL RANI, RANI DENGAN SENGAJA MEMBUKA PINTU MOBILNYA AGAR PRIA ITU TIDAK BISA KABUR. NAMUN PRIA BERMOTOR YANG MELAJU KENCANG ITU TIDAK MELIHAT PINTU KENDARAAN RANI YANG TERBUKA. AKHIRNYA KECELAKAAN PUN TERJADI. PRIA BERMOTOR MENABRAK PINTU MOBIL RANI DAN TERJATUH. MOBIL RANI SEDIKIT MEMBELOK KE KIRI DAN BERHENTI TEPAT DI PINGGIR JALAN, DAN TENTU SAJA DENGAN KE ADAAN PINTU MOBIL YANG RUSAK. SEDANGKAN MOBIL POLISI BERHENTI TEPAT DI BELAKANG MOTOR PRIA YANG TERJATUH ITU. RHIDO SEGERA TURUNDARI MOBIL POLISINYA DAN IA SEGERA MERINGKUS PRIA ITU DAN MEMASUKKANNYA KE DALAM MOBIL. KEMUDIAN RHIDO BERJALAN MENDEKATI MOBIL RANI. INGIN MEMASTIKAN PENGEMUDINYA TIDAK APA-APA.
31.rHIDO
Anda tidak apa-apa? (MEMBUNGKUKKAN BADANNYA DAN MELIHAT RANI)
32.RANI
Ah… Tidak apa-apa kok, Pak! (MEMEGANG KEPALANYA YANG SEDIKIT TERBENTUR STIR MOBILNYA)
33.RHIDO
Apa anda yakin tidak ada yang terluka?
34.rani
Ya… saya yakin.
35.RHIDO
Kelihatannya mobil anda harus dibawa ke bengkel. Untuk biayanya biar saya yang akan menanggungnya sebagai ucapan terima kasih sudah bersedia membantu saya…
36.rani
Maaf, Pak! Bukannya menolak kebaikan bapak. Tapi saya sedang terburu-buru. Jika bertemu lagi pasti saya akan menagih biaya perbaikan pintu mobil saya… (TERSENYUM)
37.rhido
Baiklah! Selamat jalan dan terima kasih.
RANI MENCOBA MENUTUP PINTU MOBILNYA YANG RUSAK DAN MELAJU PERLAHAN MENINGGALKAN RHIDO DI SANA.
CUT TO
06. EXT/INT. TEMPAT PARKIR /KANTOR KRJAKSAAN – PAGI – H2
CAST: RANI, PAK ANDI,FIGURAN
MOBIL RANI BERHENTI DI TEMPAT PARKIR KANTOR KEJAKSAAN. SEMUA ORANG YANG ADA DI SEKITARNYA AREA PARKIR MELIHAT PINTU MOBIL RANI YANG RUSAK ITU. RANI TERLIHAT BIASA SAJA DAN BERGEGAS MASUK KE KANTOR KEJAKSAAN.
CUT TO
SEKRETARIS PAK ANDI MENGANTARKAN RANI KE DEPAN PINTU KANTOR PAK MURSALIM. RANI MENGETUK PINTU KANTOR KEPALA JAKSA.
38.pak ANDI
Masuk!
39.rani
Permisi… Pak!
40. PAK ANDI
Iya Silahkan. (MELIHAT RANI YANG BERDIRI DI DEKAT PINTU)Rani…! Wah akhirnya saya bertemu jaksa yang cukup terkenal dengan kehebatannya memecahkan berbagai kasus ini. (BERJALAN MENDEKATI RANI)
TAMPAK RANI TERSENYUM LEBAR KARENA PUJIAN DARI OMNYA ITU.
41.RANI
Jangan terlalu meninggikan rani. Nanti rani bisa besar kepala om.
42.pak ANDI
(TERSENYUM) Om mengerti. Ayo duduk dulu! Om ingin bertanya sesuatu pada kamu.
43.RANI
(MENGANGGUK)Memangnya Om ingin bertanya apa? Serius sekali.
44.pak ANDI
Apa kamu benar-benar ingin bekerja di sini?
45.rani
Tentu saja om. Memangnya kenapa?
46.PAK ANDI
(TERSENYUM) nggak ada apa-apa. Memangnya kamu nggak mau kerja di Jakarta, Jakarta kan lebih baik dari pada di sini, gajinya juga besar.
RANI TERSENYUM, BERJALAN MENDEKATI MEJA KERJA OMNYA ITU, MELIHAT DAN MEMEGANG BERKAS-BERKAS YANG ADA DI ATAS MEJA. PANDANGAN PAK ANDI PUN MENGIKUTINYA.
47.rani
(TERSENYUM KECIL) Om… saya kerja bukan mencari gaji tapi mencari pengalaman yang luar biasa di sini. Di kota kelahiran mama dan papa.
PAK ANDI BERJALAN MENDEKATI RANI
48.PAK ANDI
Rani,rani! Kamu ini persis sekali dengan papamu. Bukan mencari uang tapi malah mencari pengalaman. Hahaha….
49.Rani
Ya jelas samalah om. Rani kan anaknya papa.
50.pak andi
Iya, iya. Oh ya Ran! Apa hari ini kamu siap bkerja langsung?
51.rani
Tentu saja rani siap om.
52.pak andi
Baguslah kalau begitu. Barusan pihak kepolisian berhasil menangkap salah satu sindikat perampok bank. Kasus ini om serahkan padamu. Kamu harus mencari tau dimana komplotan yang lainnya.
53.rani
Baiklah, rani akan menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.
rani berjalan keluar, saat ingin keluar dari pintu ia seakan lupa sesuatu dan berbalik mengarahkan pandangannya pada omnya.
54.rani
Oh ya, Om! Ruang kerja Rani di mana yah? Hehehe…(TERTAWA MALU)
55.PAK ANDI
Kamu ini (MENGGELENGKAN KEPALA KARENA HERAN DENGAN SIKAP RANI)di luar ada sekretaris om,dia yang akan mengantarkan kamu ke ruang kerjamu. Diesana ada Fitria dan Doni yang akan membantu kamu bekerja.
56.rani
Oh…iya. Makasih om.
CUT TO
07. INT. RUANG KERJA RANI – PAGI – H2
CAST: RANI, FITRIA, DAN DONY
RANI BERJALAN MENGIKUTI SEKRETARIS PAK ANDI. TIDAK BERAPA LAMA SEKRETARIS PAK ANDI MENGHENTIKAN LANGKAHNYA DI DEPAN PINTU COKLAT TUA.
57.SEKRETARIS
Silahkan ini ruangan kerja baru anda.
58.rani
Oh…iya. Terima kasih.
SEKRETARIS ITU MENINGGALKAN RANI SENDIRIAN DI DEPAN PINTU RUANG KERJANYA YANG BARU. RANI TAMPAK GUGUP. IA MENARIK NAFAS DALAM-DALAM DAN MENGHEMBUSKANNYA. SETELAH ITU IA MENGETUK PINTU DAN MASUK KE RUANG KERJANYA YANG BARU ITU.
59.rani
Permisi.
60.Fitria
Silahkan masuk. Adik ini mencari siapa?
56.rani
Hmm..(RANI TERSENYUM) Perkenalkan saya Maharani. Saya bekerja di sini sebagai jaksa yang baru, menggantikan Pak Danil yang dipindahtugaskan ke Jakarta.
61.DONY
Wah.. silahkan duduk, silahkan duduk. Anda pasti Jaksa Rani yang lulusan dari MIT di Amerika itu kan?(MENGARAHKAN RANI DUDUK DI DEPAN MEJANYA)
62.rani
Iya. Terima kasih.(RANI DUDUK SAMBIL TERSENYUM)
63.fitria
Apa benar kamu jaksa Rani?. Masih terlihat seperti anak pelajar.
64.rani
Iya, saya memang jaksa Rani.
65.DONY
(MENARIK FITRIA MENJAUH DARI RANI) Tuh kan Fit! Bener apa yang dikatakan orang-orang kemarin. Kalau jaksa rani itu punya wajah seperti anak-anak.
66.FITRIA
Tapi, umurnyakan 23th.
67.dony
Ya bisa-bisa saja kan. Itu namanya keberuntungan.
68.FITRIA
Beruntung bagaimana maksudmu?
69.dony
Ah…nanti saja kita bahas. (DONY KEMBALI MENDEKATI RANI YANG DUDUK SAMBIL TERSENYUM ITU)
MELIHAT DONY YANG DUDUK MENDEKATI RANI, FITRIA PUN DUDUK TEPAT DI SAMPING RANI.
70.FITRIA
Maafkan saya ya. Saya tidak tahu kalau mbak ini jaksa Rani.
71.rani
Iya tidak apa-apa. Saya sudah sering mengalami hal ini. Di mana-mana saya selalu dianggap seorang pelajar.(TERSENYUM)ngomong-ngomong dimana meja kerja saya?
72.DONY
Oh…itu di belakang Mbak!(MENUNJUK KE KURSI KOSONG DENGAN MEJA YANG LENGKAP DENGAN PERALATAN ELEKTRONIKNYA SEPERTI KOMPUTER, TELEPON,DLL)
73.rani
Hmm…iya, terima kasih!(BERJALAN KE MEJA KERJANYA DAN MENGAMBIL KERTAS YANG ADA DI MEJA)Apa ini?
74.fitria
(MENDEKATI RANI DAN MELIHAT KERTAS YANG ADA DI TANGAN RANI)Oh…ini kasus perampokan, tapi kenapa bisa ada di mejanya mbak yah?(BINGUNG)
75.DONY
Saya yang meletakkannya di situ. Barusan dikirim dari pihak kepolisian. Katanya kasus ini untuk Mbak Rani.
76.rani
Iya tadi pak Andi juga bilang sama saya untuk menangani kasus ini bersama kalian. Jadi saya mohon bantuannya yah?
78.fitria
Tentu saja Mbak. Kita kan satu tim. Jadi harus saling membantu.
79.Rani
Of course. Baiklah kalau begitu, sekarang kita mulai bekerja. Fitria tolong kamu cari biodata orang-orang yang pernah berhubungan dengan tersangka. Dan Dony, tolong kamu cari catatan tentang kasus-kasus perampokan yang pernah terjadi selama 1 th ini.
80.fitria
Baik mbak.
81.dony
Baik Mbak.
fitria segera duduk di meja kerjanya. sementara dony berjalan ke arah pintu.
82.RANI
Tunggu dulu.
83.dony
Ada apa Mbak? (MENGARAHKAN PANDANGANNYA PADA RANI)
84.FITRIA
(JUGA MENGALIHKAN PANDANGANNYA PADA RANI)
85.RAnI
Dan satu lagi tugas untuk kalian.
86.FITRIA
Apa itu, Mbak?
87.rani
Jangan panggil saya Mbak ya!. Bukankah saya lebih muda dari kalian? Jadi panggil saja saya Rani. Oke!
88.dony
Baik Mbak. Eh… salah, maksud saya Rani. He..he..
89.rani
Ya sudah, silahkan kembali bekerja.
CUT TO
08. INT. SMA NUSA WIJAYA, KANTOR BU MARYAM – PAGI – H2
CAST: BAGAS, JESSIKA,PAK TOYIB,BU MARYAM, FIGURAN
TERLIHAT BAGAS DAN FITRIA BERJALAN DI DEPAN KANTOR BU MARYAM,
90.JESSIKA
(MENGALIHKAN PANDANGANNYA PADA PINTU KANTOR BU MARYAM YANG TERGEMBOK) Gas, kenapa kantor bu Maryam masih digembok? Apa hari ini bu Maryam tidak mengajar di kelas kita?
91.bagas
Entahlah, setahuku bu Maryam itu selalu datang pagi dan tidak pernah absen mengajar di kelas manapun.
92.jessika
Apa jangan-jangan bu Maryam sedang sakit lagi.
93.bagas
Itu tidak mungkin, kalau bu Maryam sakit, pasti ibuku di rumah member tahuku.
94.jessika
Iya,ya. Ibumu kan adiknya bu Maryam. Lalu kemana bu maryam sebenarnya?
95.bagas
Entahlah jes. Aku juga tidak tahu.
terdengar bunyi sepatu seseorang di belang jessika dan bagas yang berjalan menuju ke arah mereka.
96.pak toyib
Sedang apa kalian berdua di sini?
97.jessika
Oh..ayah.ini pintunya bu Maryam kok masih digembok. Biasanyakan bu Maryam selalu datang pagi ke seklah.
98.bagas
Iya, pak! Sekarang sudah jam 8. Seharusnya bu Maryam mengajar di kelas kami. Tapi ibunya malah belum dateng, Pak!
99.PAK TOYIB
Ya sudah. Kalian ke kelas saja dulu kondisikan kelas tetap tenang. Nanti biar bapak yang menghubungi bu Maryam. Jika bu Maryam tidak masuk. Maka bapak yang akan masuk ke kelas kalian.
100.jessika
Baik, Yah! Yuk, Gas kita masuk.
101.bagas
Yuk.
bagas dan jessika berjalan menuju kelasnya. sementara itu pak toyib masih di depan kantor bu maryam yang masih terkunci itu, pak toyib pun mengeluarkan handphone dari saku celananya.
102.pak toyib
Ayo, Bu diangkat telponnya. (MONDAR-MANDIR)
103.Satpam
Ada apa pak? Kok mondar-mandir begitu? Apa ada yang bias saya bantu?
104.pak toyib
(KAGET) Oh… ini pak. Ibu Maryam tidak mengangkat teleponnya. Apa bapak melihat bu Maryam di kantornya semalam?
105.satpam
Saya tidak lihat langsung sih, Pak. Waktu saya lewat sini lampu kantor bu Maryam masih menyala.dan saat saya kembali dari mengecek pintu belakang sekolah, lampu kantor bu Maryam sudah mati dan pintunya pun sudah di gembok. Saya rasa bu maryam sudah pulang waktu itu.
106.pak toyib
Ya sudah kalau begitu. Saya minta kunci kantonya bu maryam. Ada berkas yang harus saya ambil.
107.satpam
Maaf , Pak! Tadi malam bu maryam tidak menyerahkan kunci gemboknya pada saya.
108.pak toyib
Apa tidak ada kunci serepnya?
109.satpam
Ada, pak! Ini dia.
PAK TOYIB MEMBUKA GEMBOK DAN KUNCI KANTOR BU MARYAM.PAK TOYIB PUN MASUK KE DALAM, SEDANGKAN SATPAM KEMBALI BERKELILING MEMERIKSA KEADAAN SEKOLAH.
110.pak toyib
(BERTERIAK) Astafirullah… Bu Maryam…
satpam kembali ke kantor bu maryam setelah mendengar teriakan pak toyib.
111.SATPAM
Ada apa Pak? (MELIHAT KE DALAM RUANGAN KANTOR) Astafirullah…
PAK TOYIB DAN PAK SATPAM BERDIRI KAKU MELIHAT TUBUH BIRU BU MARYAM TERGOLEK DI LANTAI DEKAT MEJA KERJANYA DENGAN MULUT YANG MENGELUARKAN BUSA.
112.PAK TOYIB
Pak, tolong jaga tempat ini, jangan sampai seorang pun masuk ke dalam kantor bu Maryam. Saya akan lapor polisi.
113.SATPAM
Baik, Pak!
pak toyib SEGERA KELUAR DARI RUANGAN DAN MENGHUBUNGI POLISI.
CUT TO
09. EXT. TEMPAT PARKIR KANTOR KEJAKSAAN JAMBI – SIANG. H2
CAST: RHIDO,FIGURAN
RHIDO YANG MENGENDARAI MOBIL POLISI, PARKIR TEPAT DI SAMPING KANAN MOBIL RANI. SAAT IA KELUAR DARI MOBILNYA, IA MELIHAT MOBIL YANG RUSAK PINTUNYA ITU DENGAN SERIUS. TERLIHAT DAHINYA YANG BERKERUT MENCOBA BERFIKIR.
114.RHIDO
Apa ini mobil gadis kecil yang membantuku tadi pagi? Kenapa bisa ada di sini?(BINGUNG)
rhido pun mengeluarkan tersangka perampok dari mobilnya dan berjalan masuk ke kantor kejaksaan.
CUT TO
10. INT. KANTOR RANI – SIANG. H2
CAST: RHIDO, FITRIA, DONY, RANI, FIGURAN
RIDHO MASUK KE KANTOR RANI MENGANTARKAN TERSANGKA PELAKU PERAMPOKAN TADI PAGI.
115.RHIDO
(MENGETUK PINTU) Permisi (MASUK) saya dari kantor kepolisian mengantarkan pelaku perampokan yang terjadi tadi pagi.
116.fitria
(GUGUP MELIHAT KETAMPANAN RHIDO) Oh… i..iya. silahkan duduk dulu. Jaksanya sedang keluar sebentar.
117.rhido
Iya…terima kasih.
RHIDO DAN TAHANAN ITU DUDUK. TAK BERAPA LAMA, RANI MASUK KE KANTORNYA. TANPA MELIHAT KIRI DAN KANAN RANI LANGSUNG BERTANYA PADA FITRIA.
118.RANI
Mbak Fit, jam berapa tersangka akan tiba?
119.fitria
Mereka sudah ada di sini, Ran. (MENGACUNGKAN TELUNJUKNYA PADA TERSANGKA YANG SEDANG DUDUK DI SEDELAH RHIDO)
RANI MENGALIHKAN PANDANGANNYA PADA TERSANGKA DAN RHIDO YANG SEDANG DUDUK.NAMUN RANI HANYA MEMFOKUSKAN PANDANGANNYA PADA TERSANGKA. SEDANGKAN RHIDO TERFOKUS PADA RANI.
120.RHIDO
Kamu seorang jaksa?
121.rani
Iya benar. (KAGET) lho..pak polisi. Jadi ini perampok yang tadi pagi bapak tangkap?
122.rhido
Bukan saya yang menangkapnya tapi kamu. (TERSENYUM) saya tidak menyangka kalau kamu seorang jaksa.
123.RANI
Ya… semua orang yang melihat saya punya pikiran yang sama seperti pak polisi.
124.fitria
Termasuk kami berdua (MENUNJUK DIRINYA DAN DONY)
125.RHIDO
(HANYA TERSENYUM)
126.RANI
Baiklah, karena tersangka sudah ada di sini. Kita bisa memulai introgasinya.
127.rhido
Silahkan, waktu izinnya hanya 4 jam di sini.
128.rani
1 jam bagiku sudah cukup, Pak.
129.rhido
Hmm..(TERDIAM)
RHIDO MENGAMATI RANI YANG PANDAI BICARA ITU. DLAM ADEGAN INTROGASI INI, TAMPAK BETAPA MAHIRNYA RANI MENGAJUKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN YANNG MENYUDUTKAN TERSANGKA, SEHINGGA TERSANGKA TERSEBUT MENGAKUI DAN MEMBERI TAHUKAN SEGALA INFORMASI YANG IA KETAHUI TENTANG KELOMPOKNYA YANG LAIN.
CUT TO
11. EXT. KANTOR RANI – SIANG. H2
CAST: RHIDO, RANI,FIGURAN
DI DEPAN PINTU KANTOR RANI, SUDAH ADA SEORANG POLISI DUDUK SAMBIL MENGUNYAH PERMEN KARET.RHIDO PUN KELUAR DARI KANTOR RANI BERSAMA TERSANGKA PERAMPOKAN ITU.
130.POLISI
Bagaimana proses introgasinya, Pak? Kenapa cepat sekali? Apa kita tidak berhasil mendapatkan informasi?
131.rhido
(TERSENYUM) Jaksanya benar-benar hebat. Ia berhasil membongkar semua informasi tentang sindikat perampok ini.
132.polisi
Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang, Pak?
133.rhido
Sekarang, kamu bawa dia kembali ke penjara, jangan perbolehkan siapa pun menjenguknya. Dan siapkan anggota penyergapan karena nanti malam, kita akan meringkus mereka semua.
134.polisi
Baik, Pak!
135.rhido
Oh ya. Satu lagi, ini surat-surat penangkapan mereka. Jadi tolong kamu simpan di laci meja saya.
136.polisi
Iya, Pak.
polisi itu pergi membawa tersangka. setelah polisi itu hilang dari pandangan rhido, tiba-tiba rani keluar dari kantornya. rhidomenatap rani dengan heran. dan rani pun menatap rhido.
137.rani
(BINGUNG) Ada apa, Pak? Apa masih ada informasi yang bapak butuhkan?
138.rhido
Iya…eh.. tidak. Saya hanaya ingin membayar ganti rugi pada anda.
139.rani
Oh..ganti rugi pintu mobil maksud bapak?
140.rhido
Iya.
141.rani
Baiklah kalau begitu, saya harus membawa mobil saya dulu ke bengkel dan nanti saya akan hubungi bapak berapa biaya yang harus bapak bayar sebagai ganti ruginya. Bagaimana?
142.rhido
Hmm…(BERFIKIR) baiklah, saya punya teman yang mengelola bengkel besar, bagaimana kalau kita bawa mobil anda kesana saja. Di sana juga ada café, jadi sambil menunggu kita bisa makan siang, setuju?
143.rani
Jadi,bapak ingin mengajak saya perbaiki mobil atau untuk makan siang? (BERCANDA)
144.RHIDO
Bisa dibilang keduanya. Haha…
145.rani
Baiklah, saya setuju. Kebetulan saya juga belum makan siang.
146.rhido
Kalau begitu, let’s go!
CUT TO
12. INT. SMA NUSA WIJAYA,KANTOR BU MARYAM – SIANG. H2
CAST: ARDAN, JESSIKA, BAGAS,FIGURAN
TERLIHAT BANYAK SISWA YANG BERKUMPUL DI DEPAN KANTOR BU MARYAM YANG DIBATASI OLEH GARIS POLISI. BAGAS YANG MERUPAKAN KEPONAKAN BU MARYAM MERASA TAK PERCAYA BAHWA TUBUH WANITA YANG BIRU DAN BERBUSA DI MULUTNYA ITU ADALAH SOSOK BIBINYA YANG SANGAT IA KAGUMI. TIM PENGEFAKUASI JENAZAH PUN MEMBAWA TUBUH BU MARYAM KE RUMAH SAKIT UNTUK DI OTOPSI.
147.JESSIKA
Ayo, Gas. Kita pulang. Lebih baik kamu istirahat dulu di rumah. Biar masalah di sini ayahku yang menanganinya bersama guru-guru kita.
148.bagas
(MENANGIS) Tapi. A..aku…
149.JESSIKA
Sudahlah.. bibimu akan diotopsi dulu. Biarkan pak polisi bekerja. Kita jangan mengganggu mereka. Ayo aku antar kau pulang.
150.bagas
(MENGANGGUK) Hmm..
JESSIKA MEMBOPONG BAGAS MENJAUH DARI KANTOR BU MARYAM. KAMERA SHOT ARDAN YANG SEDANG SIBUK MENGAMBIL BARANG-BARANG YANG DIDUGA SEBAGAI BARANG BUKTI.
151.POLISI
Pak, hasil otopsi jenazah korban dinyatakan positif keracunan makanan. Dan tidak ada bukti dari tindak kekerasan.
152.ardan
Iya, baiklah. Kalau begitu antarkan berkasnya ke kantor saya.
153.polisi
Baik, Pak!
setelah polisi itu pergi, pak toyib terlihat mendekati ARDAN.
154.PAK TOYIB
Bagaimana Pak, dengan penyelidikannya? Apa ada hasil?
155.ardan
Sejauh ini,saya baru mendapatkan laporan dari tim otopsi, bahwa korban positif keracunan makanan.
156.PAK TOYIB
(BINGUNG) Keracunan?
157.ardan
Iya, korban keracunan makanan yang ia pesan dari happy bakery. Sekarang kami sedang menghubungi menejer happy bakery untuk melakukan penyelidikan.
158.PAK TOYIB
(TERDIAM)
159.ardan
Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak.
160.PAK TOYIB
Oh iya. Silahkan dilanjutkan penyelidikannya,Pak.
ardan kembali masuk ke tkp. sedangkan pak toyib terlihat sedang berfikir keras dengan dahinya yang berkerut itu.
CUT TO
13.INT. BENGKEL ALDO – SIANG. H2
CAST: RANI,RHIDO, FIGURAN
SETELAH MENEMPUH 20 KM DARI KANTOR KEJAKSAAN. RHIDO DAN RANI MASUK KESEBUAH BENGKEL BESAR. DI SANA RHIDO LANGSUNG MEMPARKIRKAN MOBILNYA DAN RANI PUN MENGIKUTI.
DARI JARAK 10 M TERLIHAT SEORANG PRIA BERKULIT PUTIH NAMUN DENGAN WAJAH PENUH OLI BERJALAN MENDEKAT KE ARAH MOBIL RHIDO.
161.RHIDO
Hei…Bro! apa kabar lo? Kelihatannya makin maju saja usaha lo.
162.Aldo
Ya… seperti yang lo lihat bro. lumayan sukseslah. Oh ya, tumbenlo ke sini. Ada apa? Mobil lo rusak lagi?
163.rhido
Ah…nggak kok. Oh ya kenalin nie, temen gue, rani. Rani ini Aldo.
164.rani
(MENJABAT TANGAN ALDO) Rani.
165.aldo
(MENJABAT TANGAN RANI) Aldo. (MELEPAS JABATAN TANGANNYA DENGAN RANI) Jadi ngapain lo ke sini?
167.rhido
Ini, Rani mau baikin pintu mobilnya yang rusak.
168.aldo
Oh.. tenang saja bro kalau soal itu. Serahinaja ama gue. Mana mobilnya.
169.rhido
(MENUNJUK KE ARAH MOBIL RANI YANG PARKIR SEBELAH MOBILNYA) Itu, mobil yang silver. Pintu sebelah kanannya yang rusak.
170.aldo
Yang ini!, Hmm…(MEMEGANG DAKUNYA SAMBIL MELIHAT PINTU YANG RUSAK ITU)Kalau ini, mungkin sekitar 2 jam baru selesai. Apa kalian mau menunggunya?
171.rhido
Iya, nggak apa-apalah. Kami sekalian mau makan siang di sini.
172.aldo
Oh…begitu toh. Ya sudah, segera ajak rani ke café, pesanlah makanan yang paling enak.
173.rhido
Ya, ya…aku tahu.
rhido dan rani berjalan mendekati café,namun handphone rhido berdering karena ada panggilan masuk. terlihat nama ardan keluar di layar handphone rhido.rhido menghentikan langkahnya dan menjawab telpon itu.
174.rhido
Hallo. Ada apa Dan? Iya, saya sedang tidak ada tugas.memangnya kenapa?oh.. sekarang saya sedang di bengkel teman memperbaiki mobil. Iya. Iya, saya akan segera ke sana.
rhido menutup handphonenya dan memasukkan ke saku celana. kemudian ia memandang rani.
175.rani
Ada apa Pak? kenapa memandangi saya seperti itu?
176.rhido
Begini, barusan saya dapat telpon dari teman saya. Dia seorang ditektif, dia meminta bantuan saya untuk kasus yang sedang dia hadapi ini.jadi sekarang saya harus ke sana.
177.rani
Lalu?
178.RHIDO
Saya mana mungkin meninggalkan kamu sendirian di sini,menunggu 2 jam sendirian pasti membosankan. Jadi saya harus bagaimana?
179.RANI
Pak polisi harus tetap pergi, bukan kah ini sebuah kewajiban. Menunggu memang membosankan. Jadi saya ikut pak polisi saja ke TKP, bagaimana?
Tidak apa-apa. Makan siang itu hanya perkara kecil.
182.RHIDO
(SENYUM) Mm.. Baiklah. Mari kita berangkat.
183.RANI
(MENGANGGUK)
RHIDO DAN RANI PUN PERGI KE TKP DENGAN MOBIL POLISI YANG RHIDO BAWA.
CUT TO
14. INT.EXT.SMA NUSA WIJAYA. KANTOR BU MARYAM – SIANG. H2
CAST: ARDAN, RHIDO, RANI, FIGURAN
DI DEPAN KANTOR BU MARYAM ARDAN SUDAH MENUNGGU KEDATANGAN RHIDO. TAK BERAPA LAMA, KAMERA SHOT MOBIL POLISI YANG PARKIR DI LAPANGAN DEPAN KANTOR BU MARYAM. RHIDO KELUAR, BEGITU JUGA RANI KELUAR MENGIKUTI RHIDO MENEMUI ARDAN.
184.RHIDO
Ada apa, Dan? Tumben kamu minta bantuan saya.
185.ARDAN
Pak Joko yang menyuruhku meminta bantuanmu. Untuk menangkap tersangka pembunuhan di sini. Katanya kamu sedang bebas tugas siang ini.
186.RHIDO
Hmm…dasar Pak tua itu. Tidak pernah membiarkan waktuku kosong sia-sia.hmm (TERSENYUM)
187.ARDAN
Begitulah kalau jadi orang andalan. (MELIHAT RANI YANG BERDIRI DI SAMPING RHIDO) Siapa do? Adikmu?
188.RHIDO
Hm…(TERSENYUM) Bukan. Dia jaksa baru yang menggantikan pak Danil.
189.RANI
Perkenalkan nama saya Maharani. Biasa di panggil Rani.
190.ARDAN
Maafkan saya. Saya kira kamu adiknya rhido yang baru tes universitas itu.
191.RANI
Tidak apa-apa. (TERSENYUM)
192.ARDAN
Ini, aku bawa beberapa bukti untuk menangkap tersangka. Ayo kita lakukan sekarang.
193.RHIDO
Baiklah.
CUT TO
15. INT. RUMAH HANDOYO, KAMAR INTAN – MALAM. H2
CAST: RHIDO,ARDAN,RANI,PAK TOYIB, BU HILDA,PAK COKRO, JESSIKA
RHIDO,ARDAN DAN RANI SEGERA MENUJU RUANG KEPALA SEKOLAH. RHIDO MEMBORGOL PAK TOYIB. TERLIHAT PAK TOYIB SANGAT KAGET DAN PUCAT SEKALI. IA HERAN MENGAPA POLISI MENANGKAPNYA SEBAGAI TERSANGKA. PAK COKRO DAN BU HILDA MENCOBA MENCEGAH RHIDO YANG MEMBAWA PAK TOYIB.
194.RHIDO
MAAF, Pak . anda harus ikut saya ke kantor polisi sekarang.
195.pak toyib
Saya salah apa, Pak? kenapa saya di borgol begini?
196.ARdan
Maaf, Pak. makanan yang beracun itu adalah pesanan anda. Berarti anda sengaja meracuni korban dengan makanan itu.
197.pak toyib
Makanan itu bukan saya yang memesannya,Pak. Bukan saya.
198.rhido
Nanti saja bapak menjelaskannya saat tiba di kantor polisi.
199.bu hilda
Pak polisi, apa bapak benar-benar yakin bahwa pelakunya pak Toyib? Beliau ini orang yang sangat baik pak. manamungkin beliau mencelakai orang lain.
200.ardan
Orang baik juga banyak yang masuk penjara, jadi tidak ada kemungkinan bahwa bapak ini tidak bersalah.
201.pak cokro
Apa bapak mempunyai bukti kalau makanan itu dipesan langsung oleh pak Toyib?
202.ardan
Kami memiliki nota pengiriman dan tanda terima yang di tanda tangani oleh pak toyib sendiri.
203.Pak toyib
(BERTERIAK MEYAKINKAN) Saya memang menerima pesanan itu, tapi saya tidak memesannya pak. percayalah…
RANI HANYA BISA MELIHAT SAJA. SAAT PAK TOYIB AKAN DIBAWA KE KANTOR POLISI, JESSIKA MELIHAT AYAHNYA YANG TERBORGOL ITU TEPAT DI DEPAN KANTOR KEPALA SEKOLAH. HATI JESSIKA HANCUR BERKEPING-KEPING MELIHAT SEMUA ITU.
204.PAK TOYIB
Maaf kan ayah, Jes! (MENANGIS)
205.JESSIKA
Ayah…ini tidak benar kan? Ayah bukan seorang pembunuh kan? Ayah..(MENANGIS MEMELUK AYAHNYA)
206.ARDAN
Maaf ya, Dek. Pak Toyib harus segera di bawa ke kantor polisi untuk segera di proses. Jika bapak tidak bersalah. Pasti segera di bebaskan.
207.JESSIKA
(MENANGIS)
JESSIKA YANG TIDAK SANGGUP MENERIMA KENYATAAN INI MEMBUATNYA TERDUDUK LEMAH DI DEPAN KANTOR AYAHNYA ITU, RANI YANG BERDIRI DI DEKATNYA MEMBANTU JESSIKA BERDIRI DAN MEMBOPONGNYA KE KURSI PANJANG YANG ADA DI DEKAT KANTOR ITU. KEMUDIAN RANI BERGEGAS PERGI MENYUSUL RHIDO DAN ARDAN YANG TELAH MASUK KE DALAM MOBIL.
CUT TO
16. EXT. KANTOR POLISI – SIANG. H2
CAST: ARDAN, RHIDO,PAK TOYIB,RANI, FIGURAN
RHIDO MENGHENTIKAN MOBILNYA TEPAT DI DEPAN KANTOR KEPOLISIAN. TERLIHAT ARDAN TURUN BERSAMA PAK TOYIB.BEGITU JUGA RHIDO DAN RANI.
208.RHIDO
Maaf ya, Ran. Aku tidak bisa mengantarmu mengambil mobil di bengkel. Saat ini aku harus membantu Ardan.
209.RANI
Ya, saya mengerti,Pak. Kalau begitu saya akan naik taxi saja ke sana.
210.RHIDO
Jangan. Tadi Aldo sms aku, katanya mobilmu masih belum siap. Jadi kamu bawa mobilku saja. Bagaimana?
211.rani
Apa pak polisi tidak takut kalau mobilnya saya bawa kabur?
212.rhido
Kalau begitu, saya harus minta kartu nama kamu. Biar saya gampang menangkap perampok kecil seperti kamu.
213.rani
Kelihatannya bapak masih meragukan kemampuan saya.Begini-begini saya seorang jaksa loh pak. jangan pernah menilai orang dari penampilannya saja.
214.rhido
Baiklah-baiklah. Ini kunci mobil saya. Mobilnya honda jezz warna putih.
215.rani
Iya, Pak. terima kasih. Dan ini kartu nama saya.
216.rhido
Oh ya, satu lagi. Jangan panggil saya bapak lagi. Terkesan saya ini sudah sangat tua. Padahal pacar saja belum punya. hahaha
217.rani
Paling-paling selisih umur kita Cuma 8th jadi panggil saya kakak saja.
218.rani
Baiklah, kakak polisi.
RANI BERJALAN MENUJU PARKIRAN.
CUT TO
17. INT. RUMAH RANI.KAMAR RANI – MALAM. H2
CAST: RANI
RANI ON LINE LEWAT HP, SAAT MEMBUKA E-MAILNYA ADA PESAN MASUK DARI RHIDO.
219.RHIDO
Mobilmu akan saya antar besok di kantor kejaksaan.
MEMBACA MAIL DARI RIDHO. RANI TERSENYUM-SENYUM SENDIRI. SAMBIL BERBARING DI TEMPAT TIDURNYA.
CUT TO
18. INT.SMA NUSA WIJAYA.LAPANGAN UPACARA – PAGI. H3
CAST: PAK COKRO,BU HILDA,PAK TEGUH,PAK JONI,BAGAS, JESSIKA, FIGURAN
TERLIHAT PARA GURU BERBARIS RAPIH DI DEPAN DAN PARA SISWA BERBARIS RAPIH SESUAI DENGAN KELASNYA. UNTUK MENDENGARKAN PENGUMUMAN DARI WAKIL KEPALA SEKOLAH YAITU PAK COKRO.
220.PAK COKRO
Anak-anakku sekalian, saat ini sekolah kita sedang berduka atas kematian salah satu guru teladan di sini. Yaitu bu Maryam yang merupakan bibi dari teman kita Bagas. Karena itu, kita berkumpul di sini untuk berdo’a bersama agar beliau bisa diterima di sisi Yang Maha Kuasa. Amin
221.seluruh siswa
Amin…
222.pak cokro
Untuk itu, berdo’a dimulai…
seluruh siswa menundukkan kepala seraya berdo’a untuk bu maryam, begitu juga dengan para guru termasuk pak cokro.
223.pak cokro
Berdo’a selesai. (MENGANGKAT KEPALA)
SEMUA SISWA DAN GURU JUGA MENAIKKAN KEPALA.
224.PAK COKRO
Anak-anakku sekalian. Kita semua sudah tahu kejadian di sekolah ini. Jadi bapak mohon kepada kalian semua untuk tidak membocorkan apa yang pernah terjadi di sekolah ini pada orang-orang di luar sana.
225.seluruh siswa
Baik, pak!
226.pak teguh
(MAJU, NAIK KE ATAS MIMBAR)anak-anak ada beberapa informasi yang akan bapak sampaikan di sini. Jadi bapak harap semuanya mendengar dengan baik.
227.seluruh siswa
Baik, Pak!
228.pak teguh
Pertrama, pak cokro akan menggantikan pak toyib menjadi kepala sekolah, dan bu hilda menjadi bendahara sekolah yang baru. Kedua, kita akan mengumpulkan dana sukarela yang akan dikoordinir oleh ketua kelas masing-masing. Dan yang terakhir, jangan menyebarkan gosip tentang kejadian di sekolah kita pada orang luar. Mengerti?
229.seluruh siswa
Mengerti, Pak!
seluruh siswa dibubarkan untuk mengikuti pelajaran seperti biasanya.
DISSOLVE
19. INT. KANTOR RANI – PAGI. H3
CAST:RANI,PAK ANDI, FITRIA, DONY
RANI TERLIHAT SIBUK MEMBACA-BACA KASUS YANG BARU MASUK PAGI INI. FITRIA DAN DONY JUGA SIBUK MONDAR-MANDIR KELUAR MASUK RUANG KERJA. SEMUA WAJAH MEREKA TERLIHAT SERIUS TANPA SUARA SEDIKITPUN. NAMUN SUARA TELEPON MEMBUAT SUASANA SERIUS ITU PECAH.
SFX : SUARA TELEPON BERDERING
230.RANI
Halo.
230.RANI
Halo.
231.PAK ANDY
Halo. Ran, ini Om. Apa kau sudah baca tentang tugas barumu pagi ini?
232.RANI
Sudah Om. Tentang kasus pembunuhan di sma nusa wijaya kan?
233.PAK ANDI
Iya. Ada yang mau Om bicarakan mengenai kasusu itu. Jadi sekarang kamu bisa ke kantor Om kan?
234.RANI
Iya, om. Saya akan segera kesana.
RANI SEGERA MENUTUP TELEPONNYA DAN BERJALAN KELUAR RUANGAN MEMBAWA BERKAS-BERKAS Yang bersangkutan dengan kasus itu.
CUT TO
20. INT. KANTOR PAK ANDI – PAGI. H3
CAST: PAK ANDI, RHIDO, ARDAN, RANI
DI DALAM KANTOR TELAH HADIR RHIDO DAN ARDAN YANG SEDANG DUDUK MEMBACA BERKAS-BERKAS YANG DIBERIKAN OLEH PAK ANDI.
SFX : SUARA PINTU DIKETUK.
235.pak ANDI
Masuk.
RANI MASUK KE KAMTOR PAK ANDI, SAAT MELIHAT RHIDO DI SANA RANI MENJADI HERAN DAN KAGET.
236.RANI
(KAGET)Pak polisi! Kenapa bisa di sini?
237.rhido
Hm..(TERSENYUM). Ini ardan meminta sedikit bantuan dari pihak kejaksaan.