Taman Arwah, Bunga Aster
Habiskan badan dalam dunia yang tak sepadan
slalu mengerang tuk mencari jalan terang
maka, berlarilah !
temui taman arwah, bunga aster.
yang sadarkan kau,
kelopaknya akan bawa tiap tetes air yang banjiri telaga sukmamu.
kemudian cabutilah kelopaknya,
dan biarkan ia pergi bersama angin,
bawa bebanmu dari dunia ini.
by : Zu Kai Rein
mendalo, 19 April 2012
Mawar Andromeda
Andromeda
Terlihat beriba dirimu,
bersiam dengan batu pantai, tak berdaun dan berduri
menanti Gorgon mematahkan tubuh satumu
Tergerak kaki penuh paku ini,
berlari menadahkan tangan tak sempurna
pada Parseus yang memiliki segalanya.
"Parseus, berikan aku beberapa daun dan duri-Mu
agar aku bisa membawa Mawar Andromeda sempurna untuk Mu"
by : Zu Kai Rein
mendalo, 27 Maret 2012
Habiskan badan dalam dunia yang tak sepadan
slalu mengerang tuk mencari jalan terang
maka, berlarilah !
temui taman arwah, bunga aster.
yang sadarkan kau,
kelopaknya akan bawa tiap tetes air yang banjiri telaga sukmamu.
kemudian cabutilah kelopaknya,
dan biarkan ia pergi bersama angin,
bawa bebanmu dari dunia ini.
by : Zu Kai Rein
mendalo, 19 April 2012
Mawar Andromeda
Andromeda
Terlihat beriba dirimu,
bersiam dengan batu pantai, tak berdaun dan berduri
menanti Gorgon mematahkan tubuh satumu
Tergerak kaki penuh paku ini,
berlari menadahkan tangan tak sempurna
pada Parseus yang memiliki segalanya.
"Parseus, berikan aku beberapa daun dan duri-Mu
agar aku bisa membawa Mawar Andromeda sempurna untuk Mu"
by : Zu Kai Rein
mendalo, 27 Maret 2012
sajak bunga azalea
ketika kau pergi lelah karenaku
aku harus merelakanmu dalam diam
dari gunung yakin ku kumpulkan segenggam bunga azalea
dan kutebar di jalanmu
selangkah demi selangkah,
bunga-bunga itu kau injak perlahan,
seiring langkah kepergianmu.
ketika kau pergi lelah karenaku,
meski harus mati, takkan ku biarkan
setetes pun air mataku jatuh.
ketika kau pergi lelah karenaku
aku harus merelakanmu dalam diam
dari gunung yakin ku kumpulkan segenggam bunga azalea
dan kutebar di jalanmu
selangkah demi selangkah,
bunga-bunga itu kau injak perlahan,
seiring langkah kepergianmu.
ketika kau pergi lelah karenaku,
meski harus mati, takkan ku biarkan
setetes pun air mataku jatuh.
by : Zu Kai Rein
Mendalo, 22 Maret 2012
Jika, kau lelah dan terluka
dalam dunia mawar yang diberi olehnya.
Datanglah padaku!
akan ku beri kau dunia krisan.
Dunia yang tak pernah mati
melayanimu sebagai tamunya.
Dunia yang tak pernah membuat
telagamu mengering.
Dunia yang tak biarkan
nuranimu menangis.
Datanglah padaku!
agar aku menjagamu dalam dunia krisan ini.
karena krisan hanya untukmu.
by : zu kai rein
mendalo, 23 maret 2012
Melati, Peniduran Abadi
ku lihat melati di pagi itu,
tampak lelah jiwa dan tubuhnya,
mengerang tertahan rindu yang selalu
berperang di jalan papan tak bercahanya.
saksi nisan, tak bergerak lagi
ia merelakanmu dalam diam,
membawa melati kepeniduran abadi.
by : zu kai rein
mendalo, 23 maret 2012
untuk sahabatku yang telah kembali pada-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar